Perbedaan Epoxy untuk Pabrik Makanan vs Pabrik Farmasi: Jangan Sampai Salah Pilih

0
Perbedaan Epoxy untuk Pabrik Makanan vs Pabrik Farmasi: Jangan Sampai Salah Pilih

Setiap proyek industri memiliki karakteristik dan kebutuhan epoxy lantai yang berbeda, tergantung pada jenis produk, proses produksi, dan standar keamanan yang perlu dipenuhi. Pasalnya lantai epoxy tidak hanya berfungsi sebagai penunjang kelancaran kegiatan operasional, tetapi juga berperan dalam menjaga kebersihan dan keselamatan kerja.

Pada beberapa industri, seperti pabrik makanan dan pabrik farmasi, kebutuhan epoxy umumnya memiliki karakteristik yang lebih spesifik. Perbedaan standar layaknya pada aspek higienitas di masing-masing pabrik tentunya tidak bisa disamaratakan.

Oleh karena itu, artikel ini akan mencoba membahas tentang perbedaan kebutuhan lantai pada dua area pabrik tersebut supaya pemilihan lantai dapat sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap industri.

Perbedaan Kebutuhan Lantai pada Pabrik Makanan vs Pabrik Farmasi

Pabrik makanan dan pabrik farmasi merupakan dua jenis industri yang sama-sama mewajibkan tidak hanya keamanan, namun juga kebersihan. Meskipun demikian, coating lantai yang dibutuhkan oleh masing-masing pabrik tersebut tidaklah sama.

Hal tersebut dipicu karena proses produksi dan kegiatan operasional yang dilakukan sehari-hari pada kedua pabrik tersebut berbeda. Oleh karena itu, spesifikasi lantai perlu disesuaikan dengan kondisi pada pabrik.

Dengan memilih jenis lantai yang tepat, risiko kegagalan hasil produksi dapat diminimalisir. Lebih lengkapnya, berikut beberapa faktor yang menjadi pembeda antara kebutuhan coating lantai di pabrik makanan dengan pabrik farmasi:

  • Standar Kebersihan

Standar kebersihan merupakan pembeda pertama dari kebutuhan lantai untuk area pabrik makanan dengan pabrik farmasi. 

Pada pabrik makanan, area ini membutuhkan lantai yang mudah dibersihkan. Supaya lantai mudah dirawat, karakteristik yang harus dimiliki oleh epoxy lantai tersebut meliputi tidak adanya pori serta memiliki sifat kedap cairan supaya mampu mencegah pertumbuhan bakteri dari sisa-sisa produksi makanan.

Sementara pada pabrik farmasi, standar kebersihannya tentu jauh lebih ketat. Kriteria yang dibutuhkan untuk lantai yang berkaitan dengan higienitas meliputi lantai yang seamless atau tanpa sambungan hingga lantai yang steril.

Apabila Anda membutuhkan lantai yang mudah dirawat, salah satu produk yang direkomendasikan ialah Sikafloor®-40 ID. Pelapis lantai PU (polyurethane) ini juga menawarkan keunggulan lain dalam bentuk bebas kandungan VOC, tahan terhadap abasi, dan tanpa sambungan.

  • Ketahanan Slip

Perbedaan kedua berkaitan dengan ketahanan slip. Di pabrik makanan, lantai harus memiliki ketahanan slip yang baik karena area produksinya rentan terkena air, minyak, atau bahan cair lainnya. 

Sebagai rekomendasi, salah satu produk yang data diandalkan, yaitu Sikafloor®-263 SL HC. Produk ini tepat digunakan di area industri makanan karena selain menawarkan fitur anti-slip, Sikafloor®-263 SL HC juga memiliki ketahanan mekanis yang baik serta dapat diaplikasikan dengan mudah.

Sementara pada pabrik farmasi, ketahanan slip tetap penting, namun kebutuhannya tidak segenting pada pabrik makanan. Biasanya lantai pada pabrik farmasi digabung dengan permukaan yang halus agar tidak menimbulkan debu dan agar tetap aman bagi pergerakan atau mobilitas sehari-hari.

Baca juga

  • Ketahanan Kimia

Ketahanan kimia merupakan faktor yang perlu diperhatikan ketika memilih lantai untuk area industri, tidak terkecuali pada pabrik makanan dan pabrik farmasi. Jika tidak menggunakan lantai yang tahan bahan kimia, maka lantai pabrik berisiko mengalami kerusakan seperti perubahan warna hingga permukaan yang retak.

Pada pabrik makanan, kebutuhan coating lantai dengan karakteristik tahan bahan kimia berada di tingkat sedang hingga tinggi. Ketahanan ini dibutuhkan supaya lantai tetap awet dan tidak menjadi tempat perkembangan bakteri.

Sementara pada pabrik farmasi, lantainya dituntut memiliki ketahanan kimia yang tinggi. Pasalnya area produksi di pabrik ini rentan terpapar bahan-bahan, seperti alkohol, disinfektan, hingga bahan kimia aktif.

Rekomendasi produk yang dapat Anda percaya, yaitu Sika® Ucrete® MF. Produk pelapis lantai PU (polyurethane) ini menawarkan itur dengan ketahanan yang baik terhadap pertumbuhan bakteri, ketahanan kimia tinggi, kedap cairan, hingga emisi VOC yang rendah.

Perbedaan Epoxy untuk Pabrik Makanan vs Pabrik Farmasi: Jangan Sampai Salah Pilih

Sumber : Freepik

  • Ketahanan Suhu

Ketahanan suhu merupakan aspek penting dalam pemilihan lantai industri karena perbedaan dan perubahan suhu yang ekstrem dapat memengaruhi kekuatan serta stabilitas lantai.

Pada pabrik makanan, epoxy lantai perlu memiliki karakteristik yang tahan terhadap paparan variasi suhu. Pasalnya di industri makanan, lantai tidak hanya dibutuhkan pada area pemrosesan dengan suhu panas  saja melainkan juga pada ruangan pendingin. Dengan lantai yang tepat, risiko terjadinya retakan dan terkelupas jadi minimal.

Sementara di pabrik farmasi, suhu ruangan umumnya lebih tepat untuk menjaga kualitas produk dan proses produksi. Meskipun demikian, lantai tetap harus memiliki kriteria ini untuk menjalankan proses sterilisasi yang melewati sedikit perubahan suhu.

  • Finishing

Finishing memiliki peran besar dalam menentukan keamanan dan tingkat kebersihan di industri. Pada pabrik makanan, finishing lantai berfokus pada sifat anti-slip dan kemudahan perawatan. Permukaan dirancang agar aman saat kondisi basah, namun tetap mudah dibersihkan.

Sementara pada pabrik farmasi, lantai memerlukan finishing yang halus dan seamless. Tujuannya supaya mencegah penumpukan debu hingga mikroorganisme yang bisa mencemari hasil produksi.

Gunakan Produk Coating Lantai Andalan Sika untuk Dukung Kelancaran Operasional Pabrik

Pabrik makanan dan pabrik farmasi sama-sama memerlukan lantai dengan standar tinggi, namun fokus kebutuhannya berbeda dilihat dari standar kebersihan, ketahanan kimia, hingga finishing.

Sebagai solusi, Sika menghadirkan produk lantai epoxy dan lantai PU yang dirancang untuk pabrik makanan maupun pabrik farmasi. Produk tersebut meliputi Sikafloor®-263 SL HC, Sikafloor 40 ID, dan Sika Ucrete.

Sebagai perusahaan dengan pengalaman 114 tahun, Sika sudah banyak dipercaya menjadi solusi untuk beragam kebutuhan proyek. Di Indonesia, salah satu proyek yang menggunakan solusi Sika, yaitu MRT. Lebih dari itu, produk waterproofing semen juga pertama kali dicetuskan di Indonesia.

Dalam lingkup internasional, Sika juga berkontribusi pada proyek Toko Roti Pilger di Britenberg, Jerman pada tahun 2016.

Dengan kualitas yang sudah teruji, produk epoxy lantai dari Sika bisa menjadi pilihan tepat untuk memastikan lantai di area pabrik telah memenuhi standar keamanan yang sudah ditetapkan dan mendukung kelancaran proses produksi secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *